<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Citra&#039;s corner</title>
	<atom:link href="http://cheethra.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cheethra.wordpress.com</link>
	<description>katakan saja biar hati lega</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jan 2012 16:19:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='cheethra.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Citra&#039;s corner</title>
		<link>http://cheethra.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://cheethra.wordpress.com/osd.xml" title="Citra&#039;s corner" />
	<atom:link rel='hub' href='http://cheethra.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pria Loket</title>
		<link>http://cheethra.wordpress.com/2012/01/18/pria-loket/</link>
		<comments>http://cheethra.wordpress.com/2012/01/18/pria-loket/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 16:19:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cheethra</dc:creator>
				<category><![CDATA[my life]]></category>
		<category><![CDATA[kenang-kenangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cheethra.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[          Alkisah waktu itu, hari sudah gelap dan hujan turun. Dengan malas aku bangkit dari kursi dan mengalihkan pandangan dari laptop ketika seorang partner kerja hendak mengenalkan aku denganmu. Dan makin malas lagi ketika kau dengan acuh tak acuh menjabat &#8230; <a href="http://cheethra.wordpress.com/2012/01/18/pria-loket/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cheethra.wordpress.com&amp;blog=7440205&amp;post=178&amp;subd=cheethra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">          Alkisah waktu itu, hari sudah gelap dan hujan turun. Dengan malas aku bangkit dari kursi dan mengalihkan pandangan dari laptop ketika seorang partner kerja hendak mengenalkan aku denganmu. Dan makin malas lagi ketika kau dengan acuh tak acuh menjabat tanganku dan menyebutkan sebuah nama. Nama yang aneh dan susah untuk diingat. Tak kulihat dengan jelas wajahmu dibawah temaram cahaya, karena listrik sedang padam. Sekarang pun sedang hujan dan listrik padam, oleh karena itu aku sekonyong-konyong teringat saat-saat itu. Begitulah kau pada waktu itu, nama dan raga yang kabur, seolah tertutup kabut asap rokok yang kemudian aku lihat sering mengepul dari rongga mulutmu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">         Akan tetapi tidak sama dengan siang hari. Dari jendela ruang tempatku berjibaku dengan imajinasi yang terangkai di layar monitor, dapat kulihat dengan jelas kau mondar-mandir dengan sama acuh tak acuhnya, seolah dunia ada di bawah kendalimu. Atau itu kau lakukan untuk menutupi kompleksitas masalah dalam hidupmu? Lewat jendela itu pula aku terhubung denganmu, tetapi sungguh susah berkomunikasi dengan jendela yang membatasi. Sehingga momen itu mengingatkan aku pada saat berurusan dengan petugas loket. Maka ku bayangkan kau menjelma menjadi petugas loket, dan aku adalah orang yang membutuhkan karcis.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">             Petugas loket itu dapat menyenangkan dan menyebalkan seenak perutnya, tapi dia punya sesuatu yang aku butuhkan. Dia tahu itu, maka semakin menjadilah kelakuannya. Karena aku datang ke loket dengan misi mendapatkan karcis yang dikuasainya, maka aku berusaha bersabar. Terkadang aku berbicara dengan suara yang lebih keras dan pupil mata terfokus pada celah loket untuk melihat sosoknya, supaya tersampaikan dengan jelas maksudku. Kesusahan untuk terhubung dengan kaca loket yang membatasi membuatku terkadang ingin memecahkannya. Bukankah kau juga begitu?  Tapi tentu saja tidak. Sebentuk ego mengatakan bahwa itu tidak bisa terjadi karena kau punya tanggung jawab sebagai petugas, dan aku punya tanggung jawab sebagai anggota masyarakat yang beradab.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">               Kau tahu, pria loket, sebenarnya siapapun bisa memecahkan kaca itu. Aku, kamu, kita bersama-sama, atau bahkan orang lain di dalam antrian yang sudah muak melihat kita yang terlalu lama bernegosiasi. Agar yang tak bisa dijangkau menjadi bisa disentuh. Agar lepas berhamburan semua kepingan rasa beserta semua konsekuensinya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">      Entah kapan waktunya, entah kaca itu pecah atau tidak, hai kau pria loket…terimakasih sudah menorehkan warna diatas kanvas abu-abu hidupku. Teruslah begitu.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cheethra.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cheethra.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cheethra.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cheethra.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cheethra.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cheethra.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cheethra.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cheethra.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cheethra.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cheethra.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cheethra.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cheethra.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cheethra.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cheethra.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cheethra.wordpress.com&amp;blog=7440205&amp;post=178&amp;subd=cheethra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cheethra.wordpress.com/2012/01/18/pria-loket/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad2b2f10b09edb4d3e9d66e8f5aa6b79?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cheethra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Al-Ashr (demi masa&#8230;)</title>
		<link>http://cheethra.wordpress.com/2012/01/14/al-ashr-demi-masa/</link>
		<comments>http://cheethra.wordpress.com/2012/01/14/al-ashr-demi-masa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 11:26:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cheethra</dc:creator>
				<category><![CDATA[feel my soul]]></category>
		<category><![CDATA[hidup mati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cheethra.wordpress.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Waktu… Betapa cepatnya ia berlalu, membuat kau merasa dicambuk dari belakang, sehingga kau pun harus berlari tanpa henti. Tidak jarang dengan insting binatang yang terdesak kau mengambil arah apa pun ketika bertemu persimpangan dalam hidup. Waktu… Betapa ia juga bisa &#8230; <a href="http://cheethra.wordpress.com/2012/01/14/al-ashr-demi-masa/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cheethra.wordpress.com&amp;blog=7440205&amp;post=171&amp;subd=cheethra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Waktu…</p>
<p style="text-align:justify;">Betapa cepatnya ia berlalu, membuat kau merasa dicambuk dari belakang, sehingga kau pun harus berlari tanpa henti. Tidak jarang dengan insting binatang yang terdesak kau mengambil arah apa pun ketika bertemu persimpangan dalam hidup.</p>
<p style="text-align:justify;">Waktu…</p>
<p style="text-align:justify;">Betapa ia juga bisa melambat, sehingga kau seperti lupa diri karena menikmati keindahan yang tadinya luput saat kau berlari, sehingga kau pun tidak menyadari bahwa ternyata kau tidak pernah maju, hanya berdiri di tempat dan terlena dengan keindahan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak ada peredaran benda-benda angkasa yang bisa menunjukkan bagaimana sifat waktu, paling paling hanya bisa menyuguhkan siang dan malam. Soal jam, hari, bulan dan tahun, itu juga tidak lebih dari hasil kesepakatan manusia, karena manusia senang menerapkan batasan. Waktu lebih dari sekedar itu semua. Ia pun akan terus bergerak dan tidak akan berhenti, tidak peduli apa pun yang terjadi.  Namun, ia akan selalu memberi kesempatan bagi setiap nurani yang mau mengenalnya. Dan seketika itu juga semua sudah berada pada tempatnya, tepat saat kau merasa : “sudah waktunya”.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cheethra.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cheethra.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cheethra.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cheethra.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cheethra.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cheethra.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cheethra.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cheethra.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cheethra.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cheethra.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cheethra.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cheethra.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cheethra.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cheethra.wordpress.com/171/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cheethra.wordpress.com&amp;blog=7440205&amp;post=171&amp;subd=cheethra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cheethra.wordpress.com/2012/01/14/al-ashr-demi-masa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad2b2f10b09edb4d3e9d66e8f5aa6b79?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cheethra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bendera Putih di Depan Gang</title>
		<link>http://cheethra.wordpress.com/2011/04/18/bendera-putih-di-depan-gang/</link>
		<comments>http://cheethra.wordpress.com/2011/04/18/bendera-putih-di-depan-gang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2011 05:39:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cheethra</dc:creator>
				<category><![CDATA[feel my soul]]></category>
		<category><![CDATA[hidup mati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cheethra.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Seperti apakah hari ini bagimu? Tadi pagi kau masih ada, menjalani hidup seperti biasa, tapi di siang hari tiba-tiba saja perubahan besar terjadi. Kini kau diantar ke sebuah tempat dimana nantinya kau akan sendirian, lama kelamaan dilupakan. Terlalu banyak kejutan &#8230; <a href="http://cheethra.wordpress.com/2011/04/18/bendera-putih-di-depan-gang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cheethra.wordpress.com&amp;blog=7440205&amp;post=165&amp;subd=cheethra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Seperti apakah hari ini bagimu? Tadi pagi kau masih ada, menjalani hidup seperti biasa, tapi di siang hari tiba-tiba saja perubahan besar terjadi. Kini kau diantar ke sebuah tempat dimana nantinya kau akan sendirian, lama kelamaan dilupakan. Terlalu banyak kejutan dalam satu hari, bukan? Kau melihat kaki-kaki melangkah menjauhimu kemudian kau dapati lengang, hanya desir angin serta ambaian daun-daun dan bunga kamboja. Ikatan dengan dunia yang selama ini kau kenal sudah berakhir. Kau mendapatkan sebuah kesadaran berbeda, bahwa mulai sekarang akhir ini adalah sebuah awal yang baru, dan kau memulainya tanpa siapa-siapa, tanpa apa-apa. Kau betul-betul  seperti bayi yang baru tiba ke sebuah dunia yang belum dikenal. Kau juga belum tahu apa yang akan kau hadapi selanjutnya. Apa yang kau rasakan atas semua kesadaran itu? </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Berkali-kali dalam hidupku, ada saat dimana indera manusia-ku menjadi berkali lipat lebih peka. Ketika saat itu datang, aku memilih sendiri dan memandang sekelilingku. Tiba-tiba semua yang luput dalam hidup yang terus melaju jadi tersadari, terasa dengan jelas dan tajam. Aku seperti di dalam film dimana tokoh, benda-benda, sampai partikel sekecil debu pun terlihat dalam gerakan lambat. Mulanya aku takut, tapi kemudian damai, karena ada  sesuatu yang entah apa, selalu menjagaku dan membuatku merasa aman di tengah keterasingan yang tiba-tiba. Saat itu terjadi, aku seperti diajak oleh sesuatu untuk melihat realitas lain, yang aku sebut dengan “hati nurani alam semesta”, lebih dalam daripada hidup itu sendiri. Tapi aku tidak tahu dengan bahasa apa aku menceritakan tentang hati nurani itu. Aku juga tidak begitu mengerti, jadi biarlah aku simpan sendiri. Aku hanya mau bilang bahwa ketika aku sendirian, betul-betul dalam kesendirian yang murni, aku merasa damai. Saat itu hanya ada aku dan sebuah kekuatan yang lebih berkuasa daripada aku. Adakah kau, yang ikatannya dengan dunia sudah berakhir, juga merasakan yang sama denganku yang ikatannya hanya setengah-setengah dengan dunia ini? Adakah ledakan kedamaian, yang bahkan tubuh manusia pun tidak sanggup menahannya, juga terjadi padamu?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Semoga hari ini adalah hari istimewa bagimu, seperti saat kau pertamakali bisa merangkak, seperti saat pertamakali kau bisa berjalan. Jadilah hari ini hari yang luar biasa. Jadilah impian dan imajinasi paling absurd sekalipun, terwujud hari ini. Rindukanlah kami, tapi jangan pernah menginginkan kami dan hidupmu kembali. Karena apa yang menantimu selanjutnya, aku rasa sudah lebih dari cukup untuk memberimu kekuatan untuk melangkah tanpa menoleh ke belakang. Selamat menjalani petualangan baru, saudaraku. Lihatlah jembatan itu, sekarang kau akan menyeberanginya, menuju dunia di seberangnya.<em>  </em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><em>Aku hanya bisa melihat dari halaman, iring-iringan yang keluar dari rumah di depan kos. Sementara bendera putih berkibar perlahan di depan gang, yang pastinya sudah berbau karbon dari lalu lalang kendaraan. Kudengar diriku bersenandung pelan: “Move on be  brave, stop weep at my grave, ‘cause I am no longer here. Please never let your memory of me disappear…If I die tomorrow I’ll be alright, because I believe, that after I gone…the spirit carries on.”</em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cheethra.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cheethra.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cheethra.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cheethra.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cheethra.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cheethra.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cheethra.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cheethra.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cheethra.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cheethra.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cheethra.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cheethra.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cheethra.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cheethra.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cheethra.wordpress.com&amp;blog=7440205&amp;post=165&amp;subd=cheethra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cheethra.wordpress.com/2011/04/18/bendera-putih-di-depan-gang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad2b2f10b09edb4d3e9d66e8f5aa6b79?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cheethra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seribu Wajah Cinta (Pencerahan)</title>
		<link>http://cheethra.wordpress.com/2011/02/21/seribu-wajah-cinta-pencerahan/</link>
		<comments>http://cheethra.wordpress.com/2011/02/21/seribu-wajah-cinta-pencerahan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Feb 2011 09:41:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cheethra</dc:creator>
				<category><![CDATA[feel my soul]]></category>
		<category><![CDATA[merenung sejenak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cheethra.wordpress.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Sepulang dari bekerja, tiba-tiba aku merasa lelah sekali. Badanku mulai hangat, pertanda demam. Maka kurebahkan badanku di atas pembaringan. Ruangku terasa lapang, namun batin mengeluh sesak. Seketika aku berpikir, “bukan, demam ini bukan karena lelah setelah bekerja.” Kemudian seribu pikiran &#8230; <a href="http://cheethra.wordpress.com/2011/02/21/seribu-wajah-cinta-pencerahan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cheethra.wordpress.com&amp;blog=7440205&amp;post=161&amp;subd=cheethra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Sepulang dari bekerja, tiba-tiba aku merasa lelah sekali. Badanku mulai hangat, pertanda demam. Maka kurebahkan badanku di atas pembaringan. Ruangku terasa lapang, namun batin mengeluh sesak. Seketika aku berpikir, “bukan, demam ini bukan karena lelah setelah bekerja.” Kemudian seribu pikiran dan perasaan, yang sudah terikat erat bagai sepasang kekasih, mulai merangsek masuk. Maka inilah kata-kata yang keluar dan beterbangan ke angkasa raya…</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><strong>Cinta itu adalah sebuah energi.</strong> Seperti hukum fisika, energi itu tidak dapat dimusnahkan, hanya bisa berubah dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain. Kalau diinterpretasikan secara dangkal, cinta itu selalu membuat kita tersenyum, tertawa, bahagia. Akan tetapi ada saat-saat di dalam hidup, kita merasa sedih, marah, takut. Kita juga bisa merasa kecewa, putus asa, susah. Pada saat seperti itu, kemana cinta pergi? Akankah kita bisa hidup tanpa energi?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><strong>Cinta tidak pergi kemana-mana,</strong> sebab segala yang hidup di alam semesta ini tetap bertahan, tumbuh dan berkembang karena cinta. Tidak ada yang tetap seperti itu tanpa cinta. Mengapa sekarang ini keadaan dunia begitu kacau balau dan sepertinya akan segera berakhir? Karena manusia tidak mencintainya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><strong>Hanya saja ada seribu wajah cinta.</strong> Kita bisa mengenalinya lewat tanda-tanda. Jadi…ketika engkau merasa kecewa, putus asa, susah…jangan buru-buru berteriak-teriak bahwa hidup ini menyebalkan, selamanya kau akan berduka, menyerang semua yang kau anggap brengsek, dan menjadi sinis dengan segala-galanya.  Ketika semua perasaan itu seperti menyerbu dirimu, sehari…dua bulan…atau bertahun-tahun, tapi kemudian engkau (malah) menjadi manusia yang lebih pemaaf, pengasih, dan penyayang karenanya…<strong>itulah cinta.</strong> Namun jika kau tidak (berusaha) mengenalinya, kau akan terperangkap di dalam kubangan penderitaan itu selama-lamanya. Maka musibah apakah yang lebih berat daripada itu? Karenanya diam, diamlah dulu…dan perhatikanlah tanda-tanda kehadirannya. Cinta itu ada, dan DIA adalah cinta. DIA ada untukmu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">“Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati.” Q.S Al-Insaan (Manusia) : 11. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em> Liquid of happinness fall in synchronized crying. Dari pembaringanku, kudengar tiba-tiba saja hujan turun, seiring demamku yang juga mulai turun. Kesialan berhamburan lepas dari jiwaku, dan rahmat-NYA sedang menyirami ibu Bumi yang mendekapku dengan penuh kasih.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>(Citra, Friday February 18th 2011)<br />
</em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cheethra.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cheethra.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cheethra.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cheethra.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cheethra.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cheethra.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cheethra.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cheethra.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cheethra.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cheethra.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cheethra.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cheethra.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cheethra.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cheethra.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cheethra.wordpress.com&amp;blog=7440205&amp;post=161&amp;subd=cheethra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cheethra.wordpress.com/2011/02/21/seribu-wajah-cinta-pencerahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad2b2f10b09edb4d3e9d66e8f5aa6b79?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cheethra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dongeng Kucing Pasar</title>
		<link>http://cheethra.wordpress.com/2010/11/28/dongeng-kucing-pasar/</link>
		<comments>http://cheethra.wordpress.com/2010/11/28/dongeng-kucing-pasar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Nov 2010 11:19:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cheethra</dc:creator>
				<category><![CDATA[feel my soul]]></category>
		<category><![CDATA[merenung sejenak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cheethra.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Aku perkenalkan padamu, seekor kucing pasar dengan bekas-bekas luka. Suatu hari dia datang ke dalam hidupku dengan tatapan yang sulit kutebak maknanya. Tapi aku tahu satu hal, dia lapar. Lalu aku membatin, “mau kuisi dengan apa ruang kosong yang membuatmu &#8230; <a href="http://cheethra.wordpress.com/2010/11/28/dongeng-kucing-pasar/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cheethra.wordpress.com&amp;blog=7440205&amp;post=157&amp;subd=cheethra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#008000;">Aku perkenalkan padamu, seekor kucing pasar dengan bekas-bekas luka. Suatu hari dia datang ke dalam hidupku dengan tatapan yang sulit kutebak maknanya. Tapi aku tahu satu hal, dia lapar. Lalu aku membatin, “mau kuisi dengan apa ruang kosong yang membuatmu kelaparan?” Tapi aku tidak tahu dengan bahasa apa aku mengungkapkan pertanyaanku.</span></p>
<p><span style="color:#008000;">Kuikuti kemana langkahnya pergi, menyusuri pasar yang dipenuhi orang berwarna-warna. Diantara putih dan hitam. Diantara kaya dan miskin. Diantara lembut dan beringas. Diantara malaikat dan setan.  Aku memperhatikan bagaimana dia terhubung dengan semua yang kulihat di pasar itu. Dituntunnya aku untuk menemukan sebentuk kesadaran diantara kehidupan, bahwa tidak semua yang terlihat baik itu adalah benar. Skeptis memang, tapi begitulah adanya. Kali ini aku yang datang ke dalam hidupnya, dengan tatapan berjuta makna seperti yang dia punya.</span></p>
<p><span style="color:#008000;">Kucing pasar dengan bekas-bekas luka terbiasa hidup dengan cara apapun, demi mengisi ruang kosong itu. Tapi bukankah kita semuanya demikian?  Berjalan dengan angkuh seolah tidak membutuhkan apapun, tapi dia butuh. Maka kuisi ruang itu, dengan apa saja yang bisa aku pungut dari jiwa dan ragaku. Dia menatapku, tersenyum, dan melakukan hal yang sama.</span></p>
<p><span style="color:#008000;">Aku selalu ingat ekspresi tidak suka ketika ia melihatku menyisakan makanan di piringku. Sebab dia sangat menghargai makanan, sesuatu yang membuat raga terus bertahan, sesuatu yang diperjuangkan kaum papa yang tak henti-hentinya mengolah tanah. Jerih payah yang tidak dipedulikan oleh orang-orang brengsek (bukan, bukan kamu. Kamu tidak brengsek).</span></p>
<p><span style="color:#008000;">Satu pelajaran yang bisa kubagi denganmu. Jika kamu memutuskan untuk memelihara kucing pasar, jangan mengurungnya seperti  layaknya kucing rumahan yang baik hati. Sebab dia terbiasa bebas untuk datang dan pergi. Jangan pula bersedih saat dia hilang dari pandanganmu. Karena ketika di lehernya terikat kalung takdir berukir namamu, maka dia akan selalu kembali padamu.</span></p>
<p><span style="color:#008000;">Kini, aku dan kucing itu saling menanyakan hal yang sama. “Mau kuisi dengan apa ruang kosong yang membuatmu kelaparan?”. Jawabannya terdengar nyaring tanpa suara: “inilah hidup kita, jalani saja”.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cheethra.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cheethra.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cheethra.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cheethra.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cheethra.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cheethra.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cheethra.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cheethra.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cheethra.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cheethra.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cheethra.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cheethra.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cheethra.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cheethra.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cheethra.wordpress.com&amp;blog=7440205&amp;post=157&amp;subd=cheethra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cheethra.wordpress.com/2010/11/28/dongeng-kucing-pasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad2b2f10b09edb4d3e9d66e8f5aa6b79?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cheethra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Cinta Dari Masa Silam</title>
		<link>http://cheethra.wordpress.com/2010/02/02/surat-cinta-dari-masa-silam/</link>
		<comments>http://cheethra.wordpress.com/2010/02/02/surat-cinta-dari-masa-silam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 12:11:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cheethra</dc:creator>
				<category><![CDATA[feel my soul]]></category>
		<category><![CDATA[this is insane]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cheethra.wordpress.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Tidak sedang berteori, hanya mengungkapkan perasaan, dan sesungguhnya hanya ALLAH yang berkuasa atas hatiku. Pengakuan. Satu kata saja dan hatiku mulai bersuara dengan ramai. Aku jadi teringat salah satu serial kesukaanku, Little House On The Prairie. Salah satu episodenya pernah &#8230; <a href="http://cheethra.wordpress.com/2010/02/02/surat-cinta-dari-masa-silam/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cheethra.wordpress.com&amp;blog=7440205&amp;post=124&amp;subd=cheethra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Tidak sedang berteori, hanya mengungkapkan perasaan, dan sesungguhnya hanya ALLAH yang berkuasa atas hatiku.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Pengakuan. Satu kata saja dan hatiku mulai bersuara dengan ramai.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Aku jadi teringat salah satu serial kesukaanku, Little House On The Prairie. Salah satu episodenya pernah bercerita tentang ibunya Laura yang mesti mengajar sementara sebagai guru pengganti di sekolah Laura. Pada saat ia mengajar di kelas, tak seorang muridpun mempedulikannya, bahkan melemparinya dengan kertas bekas. Waktu itu pelajaran mengeja kata dan ibu Laura menjadi marah karena sikap anak-anak itu. Satu ucapannya yang sangat aku ingat walau waktu itu aku masih kecil. &#8220;Apa diantara kalian ada yang bisa mengeja kata C-O-M-P-A-S-S-I-O-N?!&#8221; Ia menuliskan kata itu dengan kapur di papan tulis dan keluar dari kelas. Murid-murid terdiam. Yes, compassion. Bukan masalah pelajaran mengejanya, tapi apakah murid-murid punya rasa belas kasihan yang cukup untuk melawan ketidakpedulian di dalam diri mereka.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Bagaimana kepedulian bisa sangat penting? Ada penelitian yang pernah dilakukan oleh satu keluarga di Jepang. Mereka meletakkan tiga buah toples berisi nasi di rumahnya. Toples pertama ditempeli label &#8220;kamu pintar&#8221;, toples kedua dilabeli &#8220;kamu bodoh&#8221;, dan toples ketiga tidak dilabeli apapun. Setiap hari anggota keluarga itu berbicara pada nasi-nasi itu satu persatu. Toples pertama selalu diberi pujian, toples kedua selalu diberi makian, sedangkan toples ketiga tidak dipedulikan sama sekali. Tebak nasi di toples mana yang lebih cepat basi dan membusuk? Toples ketiga, yang tidak dipedulikan. Air yang terkandung di dalam nasi yang bereaksi seperti itu. Sebagian besar tubuh manusia terdiri atas air juga. Bahkan lebih baik dimaki daripada tidak dipedulikan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Kamu tahu kan buku yang judulnya &#8220;A Child Called It&#8221;? Bagaimana David kecil dipanggil it, karena ibunya tidak peduli, bahkan tidak mengakui keberadaannya dengan memanggil dia &#8220;it&#8221;? Benda mati. Tapi David berjuang untuk memperoleh pengakuan, karena tidak ada satu manusiapun yang sanggup hidup tapi tidak dipedulikan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Begitulah, manusia yang tidak dipedulikan akan mati pelan-pelan. Ketidakpedulian dari orang lain akan menggerogoti jiwanya, kemudian tubuhnya, perlahan-lahan dengan cara yang sangat menyakitkan. Ketidakpedulian adalah tindakan yang sangat kejam yang sanggup dilakukan oleh seorang manusia kepada makhluk hidup manapun, bahkan bukan karena makhluk lain akan mati pelan-pelan, tapi karena dapat mengubah manusia lain menjadi sama kejamnya dalam usahanya untuk memperoleh pengakuan. How come?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Tapi seperti David, I prefer die try than do nothing, berjuang demi sebuah pengakuan akan eksistensiku, bahwa aku ini ada, karena mati pelan-pelan tidak ada gunanya. Aku pikir semua manusiapun begitu. Mungkin kamu lupa kalo aku sering mengirimkan setiap ucapanku dan berharap supaya kamu mengucapkan sesuatu padaku, bahkan hanya satu kata saja…but it&#8217;s over now, I&#8217;m just trying to be alright.</span></p>
<p><span style="color:#800000;"> </span></p>
<p><span style="color:#800000;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cheethra.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cheethra.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cheethra.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cheethra.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cheethra.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cheethra.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cheethra.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cheethra.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cheethra.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cheethra.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cheethra.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cheethra.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cheethra.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cheethra.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cheethra.wordpress.com&amp;blog=7440205&amp;post=124&amp;subd=cheethra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cheethra.wordpress.com/2010/02/02/surat-cinta-dari-masa-silam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad2b2f10b09edb4d3e9d66e8f5aa6b79?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cheethra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saksikanlah Bahwa Ini Adalah Cinta Yang Murni</title>
		<link>http://cheethra.wordpress.com/2010/01/10/saksikanlah-bahwa-ini-adalah-cinta-yang-murni/</link>
		<comments>http://cheethra.wordpress.com/2010/01/10/saksikanlah-bahwa-ini-adalah-cinta-yang-murni/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 11:11:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cheethra</dc:creator>
				<category><![CDATA[my life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cheethra.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Saksikanlah bahwa ini adalah cinta yang murni, suci, yang datangnya dari ALLAH. Sungguh malam itu aku menangis melihat engkau menunduk dan memaparkan nasibmu, takdir dan pelajaran dari Tuhan untukmu. Semua karunia dan penderitaan akan membuat hidup mempunyai makna, sayang… Berbahagialah…meskipun &#8230; <a href="http://cheethra.wordpress.com/2010/01/10/saksikanlah-bahwa-ini-adalah-cinta-yang-murni/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cheethra.wordpress.com&amp;blog=7440205&amp;post=119&amp;subd=cheethra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#008000;">Saksikanlah bahwa ini adalah cinta yang murni, suci, yang datangnya dari ALLAH.</span></p>
<p><span style="color:#008000;">Sungguh malam itu aku menangis melihat engkau menunduk dan memaparkan nasibmu, takdir dan pelajaran dari Tuhan untukmu.</span></p>
<p><span style="color:#008000;">Semua karunia dan penderitaan akan membuat hidup mempunyai makna, sayang…</span></p>
<p><span style="color:#008000;">Berbahagialah…meskipun kadang terasa sulit meraihnya, tapi berjalanlah terus dengan senyum merekah.</span></p>
<p><span style="color:#008000;">Dan ketika rasa sulit itu datang, ingat…ingatlah aku.</span></p>
<p><span style="color:#008000;">Akan kukerahkan semua kemampuanku untuk membuat kebahagiaan itu datang padamu.</span></p>
<p><span style="color:#008000;">Sebab kebahagiaanmu adalah penyejuk jiwaku, kesedihanmu adalah kesakitan bagiku.</span></p>
<p><span style="color:#008000;">Bernyanyilah lagi, mainkan musik lagi, biarkan dunia mendengar suara hatimu!</span></p>
<p><span style="color:#008000;">Hiduplah sepenuh hati. Rasakan dunia dengan segenap inderamu, dengan segenap jiwamu</span></p>
<p><span style="color:#008000;"> Sehingga aku akan merasakan hal yang sama sepanjang hidupku.</span></p>
<p><span style="color:#008000;">Doaku bagimu telah memenuhi langit yang luas hingga malaikat pun terpana.</span></p>
<p><span style="color:#008000;">Saksikanlah bahwa ini adalah cinta yang murni, suci, yang datangnya dari ALLAH.</span></p>
<p><span style="color:#008000;">Tak ada yang lain, hanya cinta saja.</span></p>
<p><span style="color:#008000;"> </span></p>
<address><span style="color:#008000;">(14 November 2008)<br />
</span></address>
<p><span style="color:#008000;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cheethra.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cheethra.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cheethra.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cheethra.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cheethra.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cheethra.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cheethra.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cheethra.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cheethra.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cheethra.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cheethra.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cheethra.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cheethra.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cheethra.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cheethra.wordpress.com&amp;blog=7440205&amp;post=119&amp;subd=cheethra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cheethra.wordpress.com/2010/01/10/saksikanlah-bahwa-ini-adalah-cinta-yang-murni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad2b2f10b09edb4d3e9d66e8f5aa6b79?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cheethra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajarlah</title>
		<link>http://cheethra.wordpress.com/2010/01/08/belajarlah/</link>
		<comments>http://cheethra.wordpress.com/2010/01/08/belajarlah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 13:40:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cheethra</dc:creator>
				<category><![CDATA[feel my soul]]></category>
		<category><![CDATA[merenung sejenak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cheethra.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Kalau ada saat malaikat merasa perlu menampar manusia supaya kesadarannya bangkit, mungkin pagi ini adalah saat yang tepat untuk malaikat menamparku. Sebab memang itulah yang terjadi. Aku berlari terlalu kencang,dan mungkin terlalu buru-buru sehingga aku terbawa arus dan kehilangan diri-sendiri. &#8230; <a href="http://cheethra.wordpress.com/2010/01/08/belajarlah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cheethra.wordpress.com&amp;blog=7440205&amp;post=104&amp;subd=cheethra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Kalau ada saat malaikat merasa perlu menampar manusia supaya kesadarannya bangkit,</div>
<div id="_mcePaste">mungkin pagi ini adalah saat yang tepat untuk malaikat menamparku.</div>
<div id="_mcePaste">Sebab memang itulah yang terjadi.</div>
<div>Aku berlari terlalu kencang,dan mungkin terlalu buru-buru</div>
<div id="_mcePaste">sehingga aku terbawa arus dan kehilangan diri-sendiri.</div>
<div id="_mcePaste">Diri yang susah payah aku jaga.</div>
<div>Sebab aku adalah sasaran empuk para setan,justru karena aku tidak pernah mengalah pada mereka.</div>
<div id="_mcePaste">Aku adalah sasaran empuk para malaikat,justru karena aku keras kepala dan tidak mudah patuh.</div>
<div>Sekarang aku sedang memandang diriku sendiri dan berkata…</div>
<div id="_mcePaste">&#8220;Jangan kege&#8217;eran, merasa dirimu selalu disayangi Tuhan,betapapun kamu selalu merasa menyayangiNYA,sehingga kamu menjadi sombong dan merasa selalu diberi kemudahan.Kamu tidak akan pernah belajar jika demikian adanya.&#8221;</div>
<div>Aku merasa disayang sekaligus dibenci secara bersamaan oleh Tuhan</div>
<div id="_mcePaste">dengan caraNYA yang penuh misteri&#8230;</div>
<div>Aku telah ditampar oleh malaikat</div>
<div id="_mcePaste">dan aku senang.</div>
<address>(19 Februari 2009)</address>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cheethra.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cheethra.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cheethra.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cheethra.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cheethra.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cheethra.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cheethra.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cheethra.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cheethra.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cheethra.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cheethra.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cheethra.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cheethra.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cheethra.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cheethra.wordpress.com&amp;blog=7440205&amp;post=104&amp;subd=cheethra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cheethra.wordpress.com/2010/01/08/belajarlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad2b2f10b09edb4d3e9d66e8f5aa6b79?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cheethra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>That&#8217;s What I Called Madness (Sebuah Defence Mechanism)</title>
		<link>http://cheethra.wordpress.com/2009/08/25/thats-what-i-called-madness-sebuah-defence-mechanism/</link>
		<comments>http://cheethra.wordpress.com/2009/08/25/thats-what-i-called-madness-sebuah-defence-mechanism/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 10:59:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cheethra</dc:creator>
				<category><![CDATA[feel my soul]]></category>
		<category><![CDATA[this is insane]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cheethra.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Hai, apa kabar kau dan kebisuanmu?? Kabarkuh…oh…kabarkuh hancur lebur bagai lulur dan ingin bikin onar tapi apa yah? Berkoar-koar dengan berkobar bahwa aku patah hati?? Patah senyum, eh, senyum patah?? Wah, itu bukan keonaran. Harimau terluka cenderung diam sampai lukanya &#8230; <a href="http://cheethra.wordpress.com/2009/08/25/thats-what-i-called-madness-sebuah-defence-mechanism/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cheethra.wordpress.com&amp;blog=7440205&amp;post=37&amp;subd=cheethra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4 style="text-align:justify;"><span lang="id-ID"><span style="color:#993300;"> Hai, apa kabar kau dan kebisuanmu?? </span></span><span lang="id-ID"><span style="color:#993300;">Kabarkuh…oh…kabarkuh hancur lebur bagai lulur dan ingin bikin onar tapi apa yah? </span></span><span style="color:#993300;">Berkoar-koar dengan berkobar bahwa aku patah hati?? Patah senyum, eh, senyum patah?? </span><span style="color:#993300;">Wah, itu bukan keonaran. </span></h4>
<p style="text-align:justify;" lang="id-ID"><span style="color:#993300;"> Harimau terluka cenderung diam sampai lukanya mengering, setelah itu dia bangkit untuk mencari mangsa lagi. </span><span style="color:#993300;">Tapi, aku kan bukan binatang, ah…masa lalu…masa lalu. </span><span lang="id-ID"><span style="color:#993300;">Lagipula harimau mana tau bagaimana rasanya truly madly deeply in love like I do. </span></span><span style="color:#993300;">Saat kau ke kebun binatang, harimau kau lempar kacang tapi dengan lugunya dia malah mengaum marah. </span><span style="color:#993300;">Kau yang bermaksud memberinya makan, akhirnya dengan kesal kau lempar semua kacang di tanganmu dan meninggalkannya begitu saja. Oh, kasihan. </span><span style="color:#993300;">Sini kuberi tahu satu rahasia, mungkin kau tidak tahu atau luput dari hati seperti labirin dan benak seperti poligon?? Harimau itu karnivora sayang…dia tidak makan kacang, tapi daging!!</span></p>
<p style="text-align:justify;" lang="id-ID"><span style="color:#993300;">Atau mungkin ada hiruk pikuk di dalam kebisuan itu. </span><span style="color:#993300;">Di antara awan asap wedhus gembel dari rokokmu, sehingga mata lebarmu tertutup kabutnya, sampai kau heran mengapa gerangan hiruk-pikuk dari jauh itu tiba-tiba terdengar. </span><span style="color:#993300;">Asap putih dimana-mana, sungguh tidak jelas sampai kau kesal, “oh! Dasar hiruk-pikuk yang kekanak-kanakan! Inget umur dong!!”. </span><span style="color:#993300;">Iya benar, karena umurnya yang tidak muda lagi maka bendungan yang dibangun di atas puing-puing lama sebab tidak cukup dana disunat pemegang proyek yang korup jebol lagi gara-gara gempa. </span><span style="color:#993300;">Batin yang mengeluh sesak, dari situlah hiruk pikuk itu sayang…</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="id-ID"><span style="color:#993300;"> Kehampaan hanyalah fatamorgana akibat kebanyakan nikotin sehingga aku menjadi sok filosofis memandang langit dan mempertanyakan hakekat cinta?? </span></span><span lang="id-ID"><span style="color:#993300;">Tapi lucunya masih kulakukan.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;" lang="id-ID"><span lang="id-ID"><span style="color:#993300;"> Kembali kepada calon pembuat onar, apa yang sebaiknya aku lakukan ya? </span></span><span style="color:#993300;">Stress sampai pulang pagi? Wow, good idea.</span><span style="color:#993300;">Mungkin aku harus belajar padanya. </span><span lang="id-ID"><span style="color:#993300;">Sekalian kalau-kalau dia tahu bagaimana caranya membangun rasa hormat terhadap diri sendiri setelah dengan bodoh hanya terduduk menangis kedinginan dan banyak nyamuk di tengah malam! </span></span></p>
<p style="text-align:justify;" lang="id-ID"><span lang="id-ID"><span style="color:#993300;"> Aku hampir lupa, diantara kepolosanku berusaha meraih cinta murni-semurni bebatuan candi …</span></span><span lang="id-ID"><span style="color:#993300;">Kembali melihat lampu-lampu jalan, rumah makan, langit senja, semua mengingatkanku padamu sampai-sampai nanti sobatku yang calon psikolog itu di masa depan akan menyeretku ke Rumah Sakit Jiwa dengan diagnosa schizophrenia?</span></span></p>
<p style="text-align:justify;" lang="id-ID"><span style="color:#993300;">Menyenangkan ya…</span></p>
<p style="text-align:justify;" lang="id-ID"><em><span lang="id-ID"><span style="color:#993300;">(setelah itu aku pergi ke sumur dan kembali dengan membawa seember air dingin, serta merta kusiramkan dari atas ubun-ubunnya sambil menggumam, “dinginkan kepalamu,” tanpa rasa bersalah. Akhirnya kami hanya duduk diam memandang cakrawala sampai pagi menjelang). </span></span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cheethra.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cheethra.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cheethra.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cheethra.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cheethra.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cheethra.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cheethra.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cheethra.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cheethra.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cheethra.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cheethra.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cheethra.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cheethra.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cheethra.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cheethra.wordpress.com&amp;blog=7440205&amp;post=37&amp;subd=cheethra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cheethra.wordpress.com/2009/08/25/thats-what-i-called-madness-sebuah-defence-mechanism/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad2b2f10b09edb4d3e9d66e8f5aa6b79?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cheethra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Invasi Pacet</title>
		<link>http://cheethra.wordpress.com/2009/08/22/invasi-pacet/</link>
		<comments>http://cheethra.wordpress.com/2009/08/22/invasi-pacet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 08:49:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cheethra</dc:creator>
				<category><![CDATA[iseng aja :p]]></category>
		<category><![CDATA[bagusnya di-tag apa ya?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cheethra.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Jadi inget ada kartun manga yang bercerita tentang alien berbentuk kodok yang berencana menduduki planet bumi. Bayangkan jika di dunia nyata, alien itu nggak berbentuk kodok, tapi pacet??$#$@$?!! Sebaiknya kita mulai berhati-hati, terlebih para penghuni kos saya :p Karena begitulah &#8230; <a href="http://cheethra.wordpress.com/2009/08/22/invasi-pacet/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cheethra.wordpress.com&amp;blog=7440205&amp;post=79&amp;subd=cheethra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Jadi inget ada kartun manga yang bercerita tentang alien berbentuk kodok yang berencana menduduki planet bumi. Bayangkan jika di dunia nyata, alien itu nggak berbentuk kodok, tapi pacet??$#$@$?!! Sebaiknya kita mulai berhati-hati, terlebih para penghuni kos saya :p Karena begitulah yang terjadi pada musim penghujan yang seolah nggak bakal berakhir ini. Jangankan lantai satu, lantai dua kos pun menjadi sasaran kegigihan kaum pacet untuk merebut kos kami dari tangan manusia tak berdosa. Bisa-bisanya makhluk lamban itu sanggup merayapi dinding masuk lewat terali jemuran lantai dua, dan melenggang di sekitar kamar? Mending cuma satu. Nah, apa maksudnya coba? Pertanda serangan dimulaikah?? (berlebihan barangkali). Dan pada suatu pagi yang tenang&#8230;</p>
<p></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;"><span style="color:#000000;">Mbak Kos   : &#8220;Deeeeek, tolongin ada pacet di kamar mandi&#8230;aku mau mandi tolong disingkirin&#8230;&#8221;</p>
<p>Aku               		: &#8220;Wah, disingkirin gimana Mbak?&#8221;</p>
<p>Mbak Kos   	: &#8220;Aduuuhhh&#8230;pokoknya gimana caranya dikeluarin dari situ&#8221;</p>
<p>Aku             : <em>(Mengangkat gayung yang ditempeli pacet)</em> &#8220;Nih, udah dikeluarin dari kamar mandi Mbak, terus pacetnya mau ditaruh dimana?&#8221;</p>
<p>Mbak Kos   	: &#8220;Hiiiiii&#8230;bunuh aja terus buang ke bawah&#8221;</p>
<p>Aku               		: &#8220;Nggak tega mbak&#8230;&#8221;</p>
<p>Mbak Kos    : &#8220;Bunuh ajaaaaaa&#8230;&#8221;</p>
<p>Aku               		: &#8220;Tapi Mbak&#8230;&#8221;</p>
<p>Mbak Kos   	: &#8220;BUNUH AJA!!!!&#8221;</p>
<p>Aku               : &#8220;Aduh pacet&#8230;maap ya Cet&#8230;bukan aku lho, mbak yang nyuruh&#8221; <em>(sambil menaburkan garam ke seluruh tubuh pacet yang tak berdaya)</em></p>
<p>Mbak Kos   	: &#8220;udah belum?? Buang aja kebawah&#8221;</p>
<p>Aku               : <em>(membuang pacet dengan sedikit perasaan berdosa. Mau gimana lagi, resikonya kalo dibiarin mereka bisa nempel di kulit kita di kemudian hari)</em><br />
</span><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Nah, jadi invasi pacet telah dimulai sekarang dan sasaran pertama adalah kosan saya! (kebanyakan nonton kartun). But anyway, di kos saya yang sebelum ini juga pernah dimasuki binatang yang lebih serem daripada pacet, ular. Saya menduga gara-gara rawa deket kos udah ditimbun dan mau dibangun kos baru. Kalo nggak gitu saya yakin ularnya nggak bakal menyingkir dan mengganggu temen saya yang teriak-teriak histeris kemudian terduduk lemes di kamarnya. Kos-kosan disekitar area kampus memang merupakan bisnis yang menjanjikan, tapi juga telah memusnahkan habitat makhluk hidup lain. Ada satu buku yang menarik, di dalamnya ada kutipan ceramah dari seorang profesor sosiologi yang isinya kurang lebih begini: manusia harus menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari alam, tapi manusia sudah lupa dan merasa dirinya lebih hebat daripada alam. Yang saya pahami dari isi ceramahnya adalah kita mestinya hidup berdampingan dengan makhluk hidup lain di muka bumi biar ekosistem tetap seimbang dan berjalan dengan harmonis. Ketika kita lupa bahwa diri kita adalah bagian dari alam dan berbagi tempat dengan makhluk hidup lain, maka kita akan berlaku seenaknya terhadap bumi ini. Akibatnya keseimbangan ekosistem akan terganggu dan banyak bencana yang terjadi, yang rugi manusia juga. Tapi zaman semakin maju dan kita dihadapkan pada dilema antara kompromi dengan makhluk hidup lain atau egois demi bertahan hidup. Mending kalo mengalami dilema, kalo nggak merasa sama sekali? Kenyataannya populasi kita terus bertambah guys, then what can we do?? Well emm&#8230;there must be something we can do about it, right? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Buat saya pribadi, alam adalah guru terhebat untuk mengajarkan kita berbagai ilmu pengetahuan serta mengenal kebesaran ALLAH.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Jadihhh&#8230;sebenernya pacet yang menginvasi atau manusia yang menginvasi tempat hidup pacet?</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cheethra.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cheethra.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cheethra.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cheethra.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cheethra.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cheethra.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cheethra.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cheethra.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cheethra.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cheethra.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cheethra.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cheethra.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cheethra.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cheethra.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cheethra.wordpress.com&amp;blog=7440205&amp;post=79&amp;subd=cheethra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cheethra.wordpress.com/2009/08/22/invasi-pacet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad2b2f10b09edb4d3e9d66e8f5aa6b79?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cheethra</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
